Stop Wars
Vektor ini saya buat dengan menggunakan program aplikasi Corel Draw X3, sekalian coba-coba kemampuan acting program aplikasi ini yg biasanya saya buat di versi 8.0.
Vektor ini saya buat dengan menggunakan program aplikasi Corel Draw X3, sekalian coba-coba kemampuan acting program aplikasi ini yg biasanya saya buat di versi 8.0.
Sudah hampir 2 minggu saya mempergunakan layanan Internet dari Telkomsel Flash, beberapa kendala sering ditemui dalam akses layanan ini. Jikalau saya melihat dari signal streangth (kekuatan signal) nya, 4 stage dari 5 stage yg diindikasikan oleh modem dan itu memang sudah baik. Kalau bisa hingga mencapai 5 stage baru bisa disebut OK banget.
Hanya ada satu kendala yakni kecepatan akses melalui jaringan ini sering naik turun. Kalau dari signal OK, tapi kecepatan transfer datanya berkisar antara 80 Kbps - 0Kbps, angka kecepatan tersebut merupakan kecepatan standar yang fluktuatif dalam periode berkisar 15 detik. Jadi dalam periode tersebut kecepatan akan naik hingga 80Kbps dan lalu turun bertahap setelah 15 detik ke angka 0Kbps kemudian naik lagi. Untuk beberapa akses ke file sharing seperti rapidshare, easyshare, file deposit dan lain-lain nilai kecepatan yang fluktuatif ini akan memutuskan akses download file dari situs2 tersebut. Sebab pada saat kecepatan pada tingkat 0Kbps seolah-olah tidak ada akses selama 7 - 13 detik makanya akses download dari file sharing akan gagal. Jikalau kecepatan akses yang paling kecil berkisar 10 Kbps sampai 30 Kbps saja saya kira masih bisa untuk download dari file sharing. Semoga ini menjadi indikasi perbaikan kepada Telkomsel kedepannya, bahwa klaim up to 256 Kbps itu bukan berarti dalam kenyataannya bisa juga 0Kbps. Meskipun kata-kata “hingga” (up to) itu memiliki makna 0Kbps - 256 Kbps.
Telkomsel menyediakan layanan akses Internet berbasis wireless broadband yang dikenal dengan nama Telkomsel Flash. Dengan menggunakan perangkat alat bantu modem GSM atau bisa juga dengan menggunakan ponsel yang memiliki fasilitas modem yang terintegrasi sudah dapat menggunakan layanan ini. Pada saat sedang dibutuhkannya layanan Internet “siap saji” dalam keadaan darurat, maka tehnologi wireless dari operator ponsel menjadi jawabannya. Bayangkan jika kita berada dalam areal yang tidak tersedia warnet misalnya, mungkin hanya perlu menggunakan ponsel untuk mengakses Internet Broadband anda sudah tidak khawatir lagi.
Saya menggunakan layanan akses Internet dari Telkomsel Flash ini melalui kartu Halo Bebas dengan paket Unlimited Basic + Modem. Dengan klaim dari operator bahwa paket ini memiliki kecepatan maksimum 256 kbps. Walaupun begitu kenyataannya tidaklah semanis dari kata-kata “Up to” sehingga terkadang beberapa pengguna lain sering mengeluh. Namun menurut saya dengan layanan ini saya tidak akan repot lagi mencari-cari warnet apabila saya sedang berada di luar rumah dan butuh untuk mengakses Internet. Jadi mungkin yang saya butuhkan untuk saat ini adalah ketersediaan infrastruktur di lapangan, bukanlah kehandalan infrastruktur dilapangan. Sebab jika saya hendak mengakses Internet yang benar-benar handal saya tidak perlu keluar rumah karena saya menggunakan layanan ADSL di rumah. Beberapa pengguna Internet sering mengeluh dengan kehandalan jaringan wireless ini, namun begitu seharusnya kita sadari bahwa akses mobilitas semacam ini tersedia untuk menjawab tantangan keadaan dan keberadaan. Keadaan dalam arti yang sangat mendesak dan keberadaan dalam arti di manapun kita berdiri.
Mudah-mudahan kedepan lebih baik lagi, tanpa ada loss signal, drop speed, atau billing crowded. Tingginya angka pengguna Internet sebaiknya dibarengi juga oleh tingginya tingkat kepedulian kepada pelanggan dari para penyedia jasa tersebut. Perspektif yang baik untuk diterapkan dalam hal ini adalah kenyamanan di sisi pengguna, bukan disisi promosi.
Sekilas Tentang Muatan Listrik.
Pernahkah anda merasa seperti tersengat ketika tangan anda menyentuh layar Televisi?
Atau anda melihat kilatan cahaya diudara pada saat mendung dan akan turun hujan?
Pernahkah anda mendengar batu “Ambar“?
Atau pohon “Damar” tentunya?
Semua pertanyaan-pertanyaan diatas akan menuntun anda pada sebuah kata yakni “listrik“. Listrik adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Inggris yakni “electric” dan asal kata tersebut merupakan dari bahasa Yunani yakni elektron yang mengandung makna yakni “Ambar“. Ambar adalah sebuah batu, sedangkan proses terjadinya adalah dimulai dari pohon Damar yang sudah sekian lama mengalami proses alam sehingga menjadi batu. Mengapa batu ambar dalam hal ini dikaitkan dengan listrik?
Konon kabarnya di jaman dahulu kala orang-orang Yunani Kuno secara tidak sengaja menggosokkan kedua batu ambar satu sama lainnya, lalu setelah digosokkan batu-batu tersebut saling menimbulkan gaya tarik menarik diantara keduanya. Dari kejadian itulah timbulnya pemikiran-pemikiran baru untuk mengambangkan fenomena yang terjadi pada batu ambar tersebut menjadi listrik.
Dapat dikatakan jika suatu benda menimbulkan gaya tarik-menarik atau tolak-menolak diantara keduanya, disebabkan oleh adanya muatan tertentu dalam benda tersebut yang bernilai sama atau berbeda. Sehingga jika nilainya sama akan menimbulkan gaya tolak-menolak dan jika nilainya berbeda akan menimbulkan gaya tarik-menarik. Hal ini bisa kita temui pada saat kita menyentuh layar Televisi yang sedang menyala sesungguhnya ia memiliki muatan positif (+) dan tangan kita atau tubuh kita yang bermuatan negatif (-) sehingga terjadilah sengatan listrik terasa pada tangan kita akibat gaya tarik-menarik yang terjadi antara kedua muatan yang berbeda.
Pengenalan Teori Dasar Listrik Pada Anak
Pernahkah anda bingung ketika anda ditanya oleh anak anda mengenai listrik? Atau sengatan-sengatan kecil ketika anak anda menyentuh peralatan elektronik dirumah anda dan mereka bertanya karena disebabkan apa?
Jikalau ya berarti anda sudah saatnya memperkenalkan teori dasar listrik terhadap anak kesayangan anda dengan sebuah percobaan yang akan memberikan sedikit surprise kepada mereka. Pertama-tama anda perlu menceritakan contoh-contoh sederhana kepada anak anda dari fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan terdekat terlebih dahulu seperti:
a. Petir
b. Magnet
c. Bola Lampu Pijar
d. dan lain-lain.
Atau…
Anda bisa juga memilih cara yang satu ini untuk lebih mendekatkan langsung kepada objek listrik tanpa harus khawatir membahayakan keselamatan mereka, karena ini sifatnya aman dan bisa dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana. Tentunya anda sendiri sudah mengetahui teori ini karena pengalaman belajar tempo dulu yang pernah anda alami sendiri.
Kertas Dansa
Mengapa disebut “Kertas Dansa” ini hanyalah sebuah kiasan agar anak anda lebih tertarik untuk menelusuri seluk-beluk didalamnya, atau katakanlah kata-kata pemikat untuk menarik perhatian buah hati anda. Anda bisa menggantikan sendiri istilah tersebut dengan kata-kata lain seperti “goyang dombret”, “goyang patah-patah”, “goyang bor” atau yang menurut anda mampu menarik perhatian sang anak.
Langkah pertama:
Ambilah sebuah penggaris plastik, jikalau bisa gunakan penggaris yang tipis dan elastis, kemudian ambilah secarik kertas bekas yang sangat tipis pula. Kertas bekas yang biasa digunakan untuk pembungkus kue (kertas minyak) lebih disarankan untuk digunakan dalam percobaan ini karena sifatnya peka terhadap muatan listrik begitu pula penggaris yang sangat elastis tersebut.
Langkah kedua:
Sobek-sobeklah kertas tipis tadi menjadi bagian yang sangat kecil, kurang lebih sebesar 1 cm x 1 cm. Cobalah untuk menyobeknya menjadi kedalam bentuk 0.5 cm x 0.5 cm, maksudnya agar efek yang terjadi nantinya lebih menarik dan atraktif.
Langkah ketiga:
Ambilah penggaris tipis yang elastis tadi, dan mulailah menggosok kepada bagian lengan anda. Anda bisa menggosokkannya kepada rambut anda atau celana anda yang terbuat dari katun atau jeans (denim). Ingat ! janganlah anda menggosokkannya terlalu lama karena akan menimbulkan medan listrik yang besar dan kertas-kertas sobekkan tadi bisa menempel semua karena muatan listrik pada penggaris terlalu besar. Cobalah untuk menggosok 10 - 15 kali terlebih dahulu.
Langkah keempat:
Kumpulkan sobekkan-sobekkan kertas tipis tadi pada sebuah meja secara acak, aturlah agar kertas-kertas tersebut tidak bertumpuk dengan potongan-potongan satu sama lainnya. Setelah itu dekatkan penggaris yang sudah anda gosokkan tadi diatas sobekkan kertas yang telah terkumpul. Cobalah untuk mendekatkan atau menjauhkan jarak penampang penggaris dengan bidang sobekkan kertas sehingga terjadi efek kertas-kertas yang akan saling berebutan menempel kepada bidang penggaris. buatlah agar sobekkan kertas tersebut tidak menempel semua kepada penggaris, sehingga mereka terkadang berdiri, melayang, menempel dan jatuh lagi.
Gerak-gerakkanlah penggaris yang sudah bermuatan listrik agar sobekkan-sobekkan kertas tersebut ber-”Dansa”. Jika muatan listrik pada penggaris sudah habis, gosokkanlah lagi kepada bidang lengan anda atau rambut atau lainnya dan lakukan lagi langkah keempat.
Tahukah anda dimana bidang benda yang bermuatan dan yang tidak memiliki muatan, dan tahukah anda gaya yang terjadi pada percobaan ini apakah gaya tarik-menarik ataukah gaya tolak-menolak?
Jika anda masih bingung dengan pertanyaan tadi, bacalah kembali dari atas ! Jikalau anda sudah mengerti jawabannya, tularkanlah kepada anak anda bagaimana sesungguhnya listrik itu terjadi dan gaya yang terjadi apabila terdapat muatan listrik yang berbeda. Yakinkan anak anda bahwa listrik bisa juga dijadikan sahabat baik mereka, dan berikan pemahaman kepadanya bahwa tidak semua listrik ramah bersentuhan langsung dengan tubuh manusia. Selanjutnya terserah anda yang lebih mengenal dengan sang buah hati dengan trik-trik khusus agar mereka paham dan merangsang pemahaman keilmuan yang lebih mendalam lagi.
Selamat mencoba dan bermain dengan sang buah hati !
Vektor ini kiriman dari seorang teman akrab saya, Tri Andajani namanya:
“ini foto aslinya”
…dan berikut hasil vektornya:
berikut komentar darinya:
“Bermula dari dendam karena seorang teman lamaku bernama Ichsany tak jua mau mengajari aku ttg vector, akhirnya ada seorang teman maya yang iba kepadaku…dan melalui tuntunannya aku diberi pengarahan awal mula mbuat vector. Diawali dgn memposterize pic di photoshop lantas digarap detail tracingnya di Corel versi 13. Karena waktu pengerjaan yg disela-sela kepadatan rutinitas bekerja, maka saya hanya berani mencoba main hitam putih.
terus terang dari semua detail yg paling disukai pada penggarapan detail baju, solanya disisi lain gue udah bosen liat muka gw sendiri xixixixixi… Kesulitan tentu sja dipermainan warna bagaimana mengatur gradasi warna supaya tampilan lebih hidup but temenku sih bilang erlalu detail, seharusnya vector lebih simple ok.. ok… gue harus lebih banyak melihat”.
Komentar saya:
Beliau ini seorang penggemar desain dan sempat menjadi managernya saya disebuah perusahaan advertising terkemuka di Bandung, walaupun dia seorang sarjana lulusan bahasa Jerman (Achtung Achtung!) dia pandai mengungkapkan dirinya kedalam sebuah vektor, dan ini merupakan karya pertamanya di bentuk vektor. Hebat khan cewek bisa beginian!
Kembali iseng-iseng buat penggambaran vektor, kali ini saya mengambil judul “mentari 2008″. Masih menggunakan CorelDraw! 8.0 dengan waktu pengerjaan sekitar 20 menit. Tidak banyak yang istimewa atau efek khusus dari program aplikasinya cuma mengandalkan warna serta tumpang tindih (overlap) objek yang bertumpuk pada satu bidang dan memusatkannya pada titik pencahayaan ditengah.

“Angsa” berenang, begitulah ceritanya. Saya mencoba untuk mendalami bentuk lengkung dalam porsi vertikal, setelah itu mencoba mengaplikasikan warnanya seminimal mungkin untuk menghasilkan objek gambar yang bersih dan lembut. Tidak ada tehnik yang istimewa dalam penggambaran vektor saya kali ini, sekedar bermain dalam bentuk dan warna, selebihnya adalah komposisi dan pengulangan bentuk.
Lambang Negara Indonesia adalah “Garuda Pancasila”. Lambang burung “Garuda” diambil dari penggambaran kendaraan Batara Wisnu yakni “Garudeya”.
Garudeya itu sendiri dapat kita temui pada salah satu pahatan di Candi Kidal yang terletak di Kabupaten Malang tepatnya:
Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.
Burung Garuda yang digunakan sebagai lambang Negara Indonesia didesain pertama oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, dan selanjutnya disempurnakan lagi oleh Ir. Soekarno (mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama).
Menggali essensi dari seorang wanita mungkin dapat dilakukan dalam bermacam cara, namun mungkin salah satunya adalah karya vektor flash saya yang satu ini. Hasil penggambaran aslinya adalah dibuat dalam format vektor dari flash.
“Ornamentalistic” merupakan nama yang menurut saya sesuai dengan karakter gambar vektor saya yang satu ini. Gambar ini aslinya dibuat dalam format vektor yang sebenarnya adalah menduplikasi atau mengulang bentuk yang serupa serta memadukannya dengan warna terang dan gelap untuk memperoleh bidang yang bervariatif antara bidang dan kedalaman.